Tuesday, March 14, 2017

JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN

JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN Ardi Al-Maqassary Ilustrasi Jurnal Jurnal manajemen merupakan sebuah laporan penelitian di bidang manajemen, yang mencakup beberapa disiplin ilmu yang sangat luas. Salah satunya adalah Jurnal Manajemen Pemasaran. Jurnal Manajemen Pemasaran merupakan laporan dari hasil penelitian atau riset-riset pemasaran di bidang manajemen. www.e-jurnal.com, menyediakan ribuan jurnal manajemen pemasaran yang anda butuhkan. Dengan pelayanan yang cepat, dan terpercaya. www.e-jurnal.com, berusaha membantu anda dalam menyediakan kebutuhan hasil penelitian yang saudara inginkan. Dalam situs www.e-jurnal.com, anda akan menemukan Jurnal Manajemen Pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan anda. Untuk mencarinya, silahkan searching di kotak “search here”, judul jurnal Manajemen Pemasaran yang sedang di cari. Untuk lebih jelasnya, silahkan menuju ke link ini … Klik Disini …. Silahkan dipilih, jurnal manajemen pemasaran, berdasaakan tahun terbitnya. Cukup mudah bukan?

Thursday, March 2, 2017

RAJA SALMAN DAN TOKOH MUSLIM INDONESIA

RAJA SALMAN MENDENGARKAN MASUKAN TOKOH MUSLIM INDONESIA Raja Salman Dengarkan Masukan Tokoh Islam Indonesia Red: Agus Yulianto Republika/ Wihdan Hidayat Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al-Saud bersama Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan pimpinan lembaga dan tokoh Islam saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/3). Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al-Saud bersama Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan pimpinan lembaga dan tokoh Islam saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/3). REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud mendengarkan masukan dari tokoh-tokoh Islam Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta. "Raja Salman memang sejak awal ingin mendengarkan, dan memang tidak ada dialog karena beliau sudah tidak muda lagi jadi perlu istirahat. Tapi intinya di awal beliau menyampaikan bahwa sangat senang bertemu dengan tokoh-tokoh Islam dan beliau akan mendengarkan masukan dari apa yang akan disampaikan jadi tentu semua akan menjadi perhatian beliau," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di kompleks Istana Presiden Jakarta, kemarin. Raja Salman, sebelum bertemu dengan para tokoh menyampaikan pidato di gedung DPR dan mengunjungi Masjid Istiqlal Jakarta. "Tadi Bapak Presiden yang langsung memimpin pertemuan itu. Memang membatasi hanya tiga orang yang menyampaikan tanggapan atas apa yang disampaikan Presiden maupun Raja Salman. Ketiga itu pertama Ma'aruf Amin karena beliau mewakili tidak hanya NU tapi juga MUI dan kedua Prof Dr Yunahar Ilyas yang mewakili Muhammadiyah, dan ketiga Habib Lutfi dari Pekalongan," ujar Lukman. Ketiganya, menurut Lukman, menyampaikan rasa syukur atas kedatangan Raja Salman dan berterima kasih atas kerja sama dan perhatian yang luar biasa yang telah diberikan pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia. "Lalu menyampaikan beberapa harapan agar hubungan yang baik ini bisa dikuatkan. Kemudian persoalan haji bisa lebih ditingkatkan kualitasnya dan mudah-mudahan Indonesia masih tetap mendapatkan tambahan kuota karena mengingat animo yang begitu besar masyarakat Indonesia untuk ibadah haji," ujarnya. Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid yang juga mengikuti pertemuan tersebut menambahkan, Raja Salman memuji kerja Presiden Joko Widodo. "Raja memberikan apresiasi kepada mottonya Pak Jokowi yang 'kerja kerja kerja' itu, lantas Pak Jokowi tertawa mendengarnya. Sebetulnya ingin mengukuhkan kembali hubungan yang lebih baik, saya melihat banyak sekali ungkapan tentang membangun hubungan, menguatkan Islam yang toleran dan bersama-sama melawan terorisme," kata Yenny. Selain masalah politik, mereka juga membicarakan hubungan kebudayaan, perdagangan dan ucapan terima kasih Presiden Jokowi karena adanya penambahan kuota haji. "Ada sedikit menyinggung soal isu demo, dan komentar Raja itu 'Saya juga orangnya senang kerja' kan itu menarik berarti beliau memberikan apresiasi visi pemerintahan Presiden Jokowi," ungkap Yenny. Raja Salman berada di Jakarta dan Bogor pada 1-3 Maret 2017, selanjutnya raja beserta 1.500 anggota delegasi, termasuk 14 menteri dan 25 pangeran akan melakukan kunjungan wisata di Bali pada 4-9 Maret 2017. Kedatangan Raja Arab Saudi terakhir ke Indonesia adalah pada 1970.

FAKTA MENARIK KUNJUNGAN RAJA SALMAN DI INDONESIA

FAKTA MENARIK SELAMA KUNJUNGAN RAJA SALMAN DI INDONESIA 3 MARET 2017 Ini Fakta Menarik Selama Kunjungan Raja Salman di Indonesia Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Bilal Ramadhan Republika/ Yasin Habibi Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud didampingi Presiden RI Joko Widodo menyapa jamaah seusai melakukan salat tahiyatul masjid di Istiqlal, Jakarta, Kamis (2/3) Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud didampingi Presiden RI Joko Widodo menyapa jamaah seusai melakukan salat tahiyatul masjid di Istiqlal, Jakarta, Kamis (2/3) REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Azis beserta rombongannya yang berjumlah hampir 1.500 orang akan berlibur ke Bali, 4-9 Maret 2017. Banyak fakta menarik seputar kunjungan beliau ke Indonesia, Jumat (3/3). 1. Rombongan besar Raja Salman rupanya senang bepergian ke luar negeri dengan membawa rombongan dalam jumlah besar. Pada kunjungannya ke Prancis tahun lalu, Raja membawa seribu anggota keluarga dan teman-temannya. Tahun ini beliau membawa 1.500 orang ke Indonesia. 2. Tujuh pesawat Raja Salman beserta rombongannya terbang ke Indonesia dengan tujuh unit pesawat yang terdiri dari enam pesawat Boeing dan satu pesawat Hercules. 3. Ada 25 pangeran Kehadiran 25 pangeran Arab Saudi ini menjadi topik terhangat di jagat maya saat ini. Pangeran yang datang, antara lain Pangeran Khalid bin Fahd bin Mohammed, Mansour bin Saud, Mohammed bin Fahd, Talal bin Saud, Khalid bin Bandar, Sattam bin Saud, Faisal bin Khalid bin Sultan, Mansour bin Muqren, Mohammed bin Abdurrahman, Ahmed bin Fahd bin Salman, Abdulrahman bin Badr, Saud bin Salman, Naif bin Salman, dan Rakan bin Salman. Pangeran Faisal bin Khalid bin Sultan dan Abdulrahman bin Badr aktif di media sosial. 4. Hotel mewah Raja Salman dan rombongan setidaknya menyewa empat hotel mewah di Jakarta, yaitu The Westin Jakarta, Raffles Hotel Jakarta, Ritz-Carlton Jakarta Mega Kuningan, dan JW Marriott. Rombongan setidaknya menyewa 200 kamar di Westin Jakarta. Di Bali, Raja Salman dan rombongannya akan menginap di lima hotel berkonsep resort. Hotel-hotel tersebut berada di dalam dan luar kawasan Nusa Dua, yaitu The Laguna Resort & Spa, St Regis Hotel & Resort, Mulia Hotel & Resort, Hilton Bali Nusa Dua, dan Hotel Bvlgari di Uluwatu, Pecatu.

GUBERNUR MUSLIM PERTAMA DI AMERIKA

GUBERNUR MUSLIM PERTAMA DI AMERIKA REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Sebagai kaum minoritas, umat Islam di Amerika Serikat (AS) kian terjepit oleh arus stigma dan Islamofobia, khususnya di era Presiden Donald Trump kini. Namun, kabar gembira justru muncul dari negara bagian Michigan, AS. Seorang pria keturunan Mesir, Dr Abdul el-Sayed (32 tahun) sedang mendaftarkan diri sebagai calon gubernur Michigan. “Saya mencalonkan diri bukan karena saya Muslim. Saya maju sebagai kandidat karena saya percaya, saya layak menjadi gubernur negara bagian Michigan—tak perlu memandang saya non-Muslim atau Muslim,” kata Abdul el-Sayed kepada Mic.com, Kamis (2/3). Publik menyoroti bukan hanya agamanya, melainkan usianya yang terbilang muda. Bila kelak memenangkan pemilu negara bagian, Abdul el-Sayed akan menjadi gubernur termuda di seantero AS sejak Bill Clinton pada 1978 silam. Tentu saja, ia akan menjadi gubernur Muslim pertama dalam sejarah Amerika Serikat, bila berhasil memenangkan pemilu Michigan. Abdul el-Sayed lahir sebagai putra daerah Michigan. Dia telah mengenyam pendidikan tinggi di Detroit. Sampai saat ini, ia telah berkarier sebagai dokter dan pegawai negeri sipil. Sempat juga mengajar di beberapa kampus. Dalam era Trump, kaum Muslim mengalami posisi yang begitu sukar. Namun, menurut Abdul el-Sayed, tak ada yang perlu dibenturkan antara Islam dan nilai-nilai Amerika. Sebab, Islam merupakan agama yang memiliki misi rahmat bagi semesta. “Saya kira, kita tak perlu mempersoalkan kepercayaan orang lain atau kepada siapa mereka beriman. Alih-alih, yang perlu kita ketahui adalah, apa saja harapan kita bersama,” ujarnya. Bagaimanapun, di Michigan kaum Muslim cukup rentan. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus Islamofobia terjadi di negara bagian ini. Detroit sebagai kota terbesar di Michigan memiliki salah satu komunitas Arab terbesar di AS. Para warganya acapkali menjadi sasaran kebencian retorika anti-Islam. Karena itu, Abdul el-Sayed ingin menyatukan Michigan di atas segala perbedaan. Menurut dia, pada dasarnya mereka sama-sama warga AS yang harus dilindungi hak-haknya. “Fokus saya selalu pada warga Michigan. Saya selalu dan akan terus bekerja keras untuk mewujudkan insititusi yang menyediakan kesempatan adil bagi semua orang, meruntuhkan rintangan-rintangan yang menyulitkan banyak orang untuk maju, demi generasi mendatang.” Demikian kutipan pidato kampanye Abdul el-Sayed pada Sabtu (24/2) lalu.

TOKOH MUSLIM INDONESIA KETEMU DR ZAKIR NAIK

TOKOH MUSLIM INDONESIA KETEMU DR ZAKIR NAIK REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur An Nahl Institute Jakarta Ustadz Ahmad Buchory Muslim mengatakan, kedatangan Dr Zakir Naik ke Jakarta adalah kunjungan silaturahim dengan ulama, tokoh dan tempat atau kampus yang sudah siap akan mengadakan acara. “Insya Allah Dr Zakir Naik akan melakukan safari dakwah ke sejumlah pesantren dan universitas Islam di Indonesia pada akhir Maret 2017,” tutur Buchroy. Adapun tokoh-tokoh dai yang bertemu dengan Zakir Naik di Jakarta tadi malam antara lain Sekjen MUI Anwar Abbas, bidang luar negeri MUI Muhyidin Junady DPP Hidayatullah Dr Nashirul Haq, pengurus BKSPPPI KH Kholil Ridwan, Pimpinan Ponpes Darul Quran Ustaz Yusuf Mansur,wakil Az-Zikra Alvin Arifin Ilham, wakil dari MIUMI Ustaz Adnin Armas, direktur An-Nal Institute Ustaz ahmad Buchory Muslim, Ustaz Farid Uqbah dari Al Islam Center, Ismail Yusanto dan Labib dari HTI serta Bunda Irene Handono. Selain itu, ada pula ketua panitia Al Bukhari A Wahid, Ko Hanyy dan Tim Mualaf Darussalam, perwakilan UMY, dan perwakilan Unida Gontor. “Pertemuan tersebut dijamu Bu Ida Hasyim Ning dan anaknya, Ismail,” ujar ustaz Ahmad Buchory Muslim.

DR ZAKIR NAIK: DAI LUAR BIASA CERDASNYA

DR ZAKIR NAIK: DAI CERDAS Zakir Naik Dinilai Sebagai Dai yang Luar Biasa, Ini Alasannya Rep: Irwan Kelana/ Red: Teguh Firmansyah An-Nahl Institute Ustaz Bukhori dan Dr Zakir Naik. Ustaz Bukhori dan Dr Zakir Naik. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dr Zakir Naik, ulama kelas dunia dari India adalah seorang dai yang luar biasa. Hal itu disampaikan Direktur An Nahl Institute Jakarta Ustaz Ahmad Buchory Muslim usai pertemuannya dengan Dr Naik bersama sejumlah ulama. “Dr Zakir Naik adalah dai luar biasa. Beliau bukan lulusan universitas atau perguruan tinggi Islam tapi mampu menguasai Alquran dengan baik, hafal dan mengasai Injil, Weda dan lain-lain,” kata Buchory Muslim di Jakarta, Kamis (2/3) malam. Nama Dr Zakir Naik dikenal luas secara internasional sebagai pembicara umum Muslim dan penulis hal-hal tentang Islam dan perbandingan agama. Yang menarik, ia adalah seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran University of Mumbai, India . Ia sempat bekerja sebagai dokter di Mumbai, sebelum akhirnya memutuskan beralih menjadi seorang pendakwah pada 1991. Keputusannya menjadi seorang pendakwah terinspirasi dari Ahmed Deedat yang merupakan seorang pendakwah Islam yang aktif melakukan dakwah selama 40 tahun lebih. Bahkan Dr Zakir Naik dijuluki “Ahmed Deedat Plus”. Ia telah membuat pastur dan pendeta merasa ngeri berhadapan dengannya karena argumentasinya belum pernah terpatahkan. “Dengan pengetahuan dan penguasaannya terhadap Injil, Weda dan lain-lain, Dr Zakir Naik selalu siap berdiskusi bahkan berdebat dengan tokoh-tokoh dari berbagai agama dengan argumentasi yang tak pernah terpatahkan. Beliau dai yang luar biasa,” papar Buchory. Pimpinan Majelis Az-Zikra Ustadz Muhammad Arifin Ilham yang Kamis (2/3) sore kemarin juga bertemu Dr Zakir Naik mengatakan Zakir Naik adalah sosok ulama yang santun, lemah lembut, pintar, serta jago debat dengan alasan atau hujjah yang tepat dan mengena. “Beliau pun selalu berdakwah dengan hikmah dan contoh-contoh yang baik, sehingga jutaan orang di dunia masuk Islam melalui wasilahnya. Ini yang perlu kita teladani,” papar ustaz Muhammad Arifin Ilham.

RAJA FAISAL: AHLAN WASAHLAN

AHLAN WASHLAN IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ketika tengah membuat berita reportase kegiatan Presiden Suharto di gedung Antara, Jl Antara Pasar Baru Jarta Pusat, Oktober 1974, tiba-tiba resepsionis Antara memberitahukan ada telepon untuk saya. Yang menelpon ternyata Pak Bustaman, yang saat itu menjadi pembantu dekat Menteri Sosial HMS Mintaredja SH. "Ada kabar gembira untuk Anda. Bersama wartawan 'Merdeka' Adirsyah (kini sudah almarhum), Menteri menunjuk Anda untuk menunaikan ibadah haji," ujar Minteredja. Sulit membayangkan bagaimana gembiranya saya, mendapat undangan ini. Meski setahun sebelumnya (1973) saya sudah menunaikan ibadah umrah setelah menghadiri ulang tahun ke-10 kemerdekaan Aljazair di Aljir, namun dapat pergi ke Tanah Suci pada musim haji, merupakan rahmat yang tak terkira bagi saya. Meskipun saya tidak melakukan selamatan, tapi beberapa hari menjelang keberangkatan, tamu-tamu termasuk para kerabat berdatangan untuk memberikan doa restu. Saat hendak meninggalkan kediaman di kawasan Tanah Abang menuju karantina haji di bekas markas KKO (kini Marinir) samping RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, saya yang berpakaian jas dan peci hitam (waktu itu belum ada seragam haji), dilepas secara meriah kumandang azan. Banyak di antaranya meminta saya untuk memanggil-manggil namanya di depan Ka'bah dan menyampaikan salam pada Rasulullah saat berziarah ke Madinah. Begitu banyaknya permintaan hingga saya sendiri banyak lupa nama-nama mereka. Kala itu karantina haji berlangsung selama tiga hari. Istri dan anak-anak yang datang menjenguk, hanya bisa melihat saya dari luar pintu pagar. Kami dilarang bersalaman, kecuali bercakap agak jauh dengan suara agak keras. Sekitar pukul tiga dini hari, kloter kami menuju Bandara Halim Perdanakusumah, tanpa bisa pamitan lebih dulu dengan keluarga. Keberangkatan pesawat kloter saya, hampir bersamaan berangkat pula kloter dari embarkasi Surabaya. Saat itu, pesawat yang berangkat dari Surabaya ini mengbelami kecelakaan di Kolombo, Srilangka. Seluruh calon jamaah haji yang berjumlah 300 orang termasuk para awak pesawat meninggal dunia. Kami mengetahui kecelakaan ini ketika tiba di Tanah Suci. Tapi di Jakarta keluarga menjadi panik. Adik saya, Ali Shahab sampai ke Halim PK dan baru menjadi lega setelah mendapat informasi bahwa pesawat yang jatuh berasal dari Surabaya. Waktu itu, untuk melakukan hubungan telepon dari Tanah Suci ke Tanah Air, masih sangat sulit. Waktu itu, Jakarta menjadi transit bagi calon-calon jamaah haji daerah lain, seperti Kalbar, Sumsel, Jawa Barat dan DKI sendiri. Sementara fasilitas pengasramaan dan karantina terbatas. Asrama haji di Pondok Gede belum lagi dibangun. Asrama haji di Cempaka Putih hanya dapat menampung tidak lebih dari 1.000 jamaah. Jumlah jamaah haji Indonesia yang kini lebih dari 200 ribu orang, kala itu tidak lebih dari 40 ribu orang. Jumlah ini pun sudah membludak, karena tahun-tahun sebelumnya saat ke tanah suci melalui kapal laut, jamaah tidak pernah lebih dari 10 ribu orang. Waktu itu bukan main sulitnya menunaikan ibadah haji. Bisa menunggu bertahun-tahun. Bahkan seringkali terjadi, bila gilirannya tiba, calon jamaahnya sudah meninggal dunia. Setiba di Tanah Suci, sebagai wartawan, saya dan rekan saya dari Tanah Air, segera mendatangi KBRI yang kala itu kantornya berada di Jeddah. Saya beruntung, ketika bertemu dengan Pak Arifin, Atase Penerangan RI di Arab Saudi, disebutkan Kementerian Penerangan Arab Saudi, setiap tahun mengundang dua orang wartawan dari negara-megara Islam sebagai tamu negara. "Karena belum ada wartawan Indonesia yang terdaftar, bagaimana kalau saya daftarkan anda berdua sebagai tamu negara." Tentu saja tawaran ini kami terima baik. Setelah berstatus sebagai tamu negara, kami di tempatkan di Hotel Kandara, hotel terbaik di Jeddah kala itu. Tidak lagi di gedung penginapan haji, yang saat itu keadaannya masih menyedihkan. Satu kamar yang harusnya hanya untuk delapan orang. dijejali sampai 40 orang. Untuk transportasi dari Jeddah ke Mekkah, kami disediakan sebuah mobil Chrysler buatan Amerika Serikat. Kala itu saya merasa seperti seorang turis. Tapi ada satu hal yang membuat saya menyesal hingga saat ini, meskipun kejadian itu sudah berlangsung puluhan tahun lalu. Ketika kami berkesempatan pagi-pagi sekali sebelum rombongan Raja Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud melakukan tawaf, kami pun diberi kesempatan untuk bertawaf, masuk dan shalat di dalam ka'bah. Sayangnya ketika dini hari saya dijemput di hotel, entah bagaimana saya masih tertidur. Rekan saya, almarhum Adirsyah, beruntung karena ia masuk dan shalat di dalam Ka'bah. Dia menyatakan sangat bersyukur bisa shalat di dalam Ka'bah. Termasuk gubernur DKI Ali Sadikin. Di Arafah, kami juga ditempatkan di tempat ber-AC dengan tikar permadani, bersama sekitar 30-an wartawan luar negeri. Setelah wukuf di Arafah, dan melontar di Mina, kami diundang Raja Arab Saudi Faisal untuk menghadiri resepsi di Istana Kerajaan di Mina. Saya sempat bersalaman dengan Raja Faisal, yang sambil tersenyum mengatakan: Ahlaan wa sahlaan. Dalam resepsi sejumlah askar (tentara) Arab Saudi menuangkan segelas kecil kopi kepada para tamu. Gubernur Ali Sadikin, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Mohamad Natsir, dan Habib Muhammad Alhabsyi, pimpinan majelis taklim Kwitang turut hadir.