PERWIRA JOGJA Adalah sebuah lembaga untuk menampung kegiatan masyarakat yang tertarik pada kegiatan wirausaha dan kesehatan alami.
Tuesday, November 8, 2016
TUJUH ENERGI USAHA DARI ALQURAN
TUJUH ENERGI USAHA DARI AL QUR’AN
Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. [Al-Baqarah:200]. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". [Al-Baqarah:201]. Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. [Al-Baqarah:202]
Dari ayat tersebut, kita dapat memahami bahwa Al Quran selalu memberi Energi Usaha yang luar biasa agar usaha manusia dalam beriman dan bertaqwa terus tumbuh dan berkembang, makin sehat, makin untung dan bisa nabung atau sedekah
Selama ini, kita terus berdoa dan menjalani usaha mungkin merasa masih ada salah. Akhirnya kita merasa hanya mendapat lelah. Lelah berpikir dan lelah berbuat. Akhirnya usaha kita kehabisan energi alias bangkrut. Untung masih ada Al-Quran. Ada sumber energi yang tidak pernah habis memberi inspirasi dan petunjuk (terbarukan), tidak pernah habis
Al-Quran terus menerus memberikan energi kepada pembacanya agar terus mampu menjalankan usahanya sampai finish. Di manakah garis finish dari sebuah usaha manusia termasuk dalam menjalani usaha bisnisnya? Dengan jelas Al Quran memberi isyarat kepada kita bahwa tidak ada garis finish dalam usaha kecuali mati dalam keadaan baik
Usaha yang sedang kita jalani, apapun bentuknya, sebenarnya bukanlah usaha jangka pendek, namun usaha berkelanjutan jangka panjang dan bermasa depan. Namun begitu, tetap ada target jangka pendek yang setiap saat harus kita capai dan pertanggung jawabkan secara jelas, tercatat dan transparan
Energi yang kita gunakan untuk menjalani usaha harus dikelola dengan baik. Dalam menjalankan usaha kita butuh energi kecepatan dalam bergerak. Ketika kita lamban bergerak, maka akan ada entitas usaha lain yang lebih dahulu bergerak mendahului kita. Akibatnya, mereka akan lebih dulu menyentuh pasar, lebih dulu berinovasi dan lebih dulu mencapai apa yang belum kita capai. Kedua konsekuensi itu menuntut kita memiliki energi yang besar dalam usaha. Siapa yang tidak memiliki energi yang besar, kita akan lelah dan jatuh ditengah perjalanan. Namun siapa yang memiliki energi yang besar, kita akan berlari menjalani usahanya hingga garis finish.
Apakah kita punya energi yang cukup besar untuk membangun usaha ini terus tumbuh melampaui usia kita? Ataukah energi yang kita miliki saat ini hanya sebatas untuk bayar utang, beli kendaraan, beli rumah dan kesenangan saja? Jika itu sudah terpenuhi, apakah habis energi kita? Jika hanya sebatas itu energi yang kita miliki dalam membangun usaha, maka kita akan kalah dengan para pelaku usaha yang buruk. Energi kita dalam menjalani usaha yang baik sama saja dengan usaha mereka dalam menjalani usaha buruk
Ingat, kita belum jauh melangkah. Bagaimana Al-Quran memberi energi usaha yang luar biasa itu kita serap terus agar usaha kita terus tumbuh melampaui batas dunia. Al-Quran menceritakan tentang dua batas energi yang berbeda. Yang satu hanya sebatas sukses usaha dunia saja. Dan satu lagi melampaui batas tidak hanya sukses usaha di dunia, namun juga sukses usaha sampai ke akhirat sesuai dengan energinya masing-masing.
Terkait dengan energi usaha, sebagaimana disebutkan pada ayat di atas, kita bertanya dimanakah batas energi yang kita miliki? Ayat berikut ini menegaskan yang artinya: Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). [Ali Imran:14]
Energi usaha duniawi yang ada pada diri kita, yaitu upaya mendapatkan kesenangan hidup, yaitu seperti energi yang dimiliki kebanyakan orang. Dan karena itu, mereka saling menzalimi di antara mereka dengan melakukan praktek usaha yang cenderung usaha buruk sedemikian rupa. Sampai-sampai Nabi meramalkan bahwa semua umat akhir zaman akan memakan riba atau paling tidak terkena debu-debu riba. Praktek riba (usaha yang buruk) membuat kita terpedaya mengejar ilusi. Kita mengira bahwa uang kertas itulah harta yang bernilai padahal Al-Quran mengatakan bahwa harta sesungguhnya adalah terdiri dari jenis emas dan perak.
Al-Quran memberikan energi sukses yang melampau dunia. Perhatikan ayat berikut yang artinya: Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. [Ali Imran:15]
Ayat berikutnya memberikan contoh perilaku yang digerakkan oleh energi ilahi, yang artinya, yaitu: (Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka," [Ali Imran:16]. (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur. [Ali Imran:17]
Selanjutnya terkait energi usaha dari Al Quran akan diberikan kepada:
Pertama, orang yang selalu menyatakan sikap iman. Sikap ini penting untuk merespon semua teori yang diajukan oleh Al-Quran, bahwa teori-teori itu harus dipraktekkan, termasuk teori-teori tentang bahaya riba dan solusinya. Allah murka kepada orang yang hanya berteori tapi tidak praktek. Perhatikan ayat berikut yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. [Ash-Shaff:2-3]
Kedua, orang yang selalu memohon ampun dari dosa dan memohon dipelihara dari azab neraka. Hal ini mencakup dua masa, yaitu masa lalu dan masa depan. Kualitas perilaku ini tidak ada lagi trauma-trauma masa lalu ataupun ketakutan-ketakutan akan masa depan yang menghambat langkah-langkah perbaikan. Mereka penuh optimis akan karunia Allah.
Ketiga, orang yang selalu sabar dan tenang, baik sabar menghadapi kegagalan maupun sabar menghadapi kesuksesan. Sabar ketika kekurangan uang maupun kelebihan uang. Sabar ketika sedikit uang banyak yang sukses, namun sabar ketika sedang memiliki banyak uang, di sini banyak yang gagal. Uang mampu merubah gaya hidup seseorang. Mereka yang tidak sabar mengelola uangnya akan terjebak kedalam gaya hidup yang menjerumuskan bisnisnya itu sendiri. Karena sumber energi bisnisnya bukan lagi Al Quran. Begitu juga sabar dalam menjalani proses bisnis. Mereka yang tidak sabar biasanya juga terjerat oleh praktek riba.
Keempat, orang yang selalu benar. Benar dalam berkata, berjanji, mempromosikan produk, membuat laporan keuangan tepat waktu, memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi, mencatat semua transaksi bisnisnya dengan benar dan jelas, menjalankan bisnisnya dengan benar, dan tidak menipu ataupun berbuat curang demi memperoleh keuntungan bisnis. Hal ini terkait dengan integritas, yaitu ketika kita melaksanakan apa yang kita katakan, dan mengatakan apa yang kita lakukan.
Kelima, orang yang selalu taat dalam kondisi apapun. Dan ini soal loyalitas, yaitu ketika kita melakukan integritas itu secara terus-menerus berkesinambungan.
Keenam, orang yang selalu berinfaq. Tidak menimbun harta, tetapi membuat harta beredar produktif (wakaf produkdtif; bisnis produktif). Ini penting dalam menopang kelancaran roda perekonomian.
Ketujuh, orang yang selalu beristighfar di waktu sahur. Waspada di saat orang lalai. Tentang istighfar sudah sering diingatkan sebagai salah satu pintu utama pembuka rezeki
Akhirnya, mari terus menyerap energi illahi dari Al-Quran. Jangan malah bisnis ini melalaikan kita dari membaca Al-Quran dan mengamalkan isinya. Ingat teori Tijarotan lan tabur? Ingat teori bisnis yang tidak akan merugi? Bacalah Al-Quran. Dapatkan energi bisnismu setiap hari dari Al Qur’an yang selalu kau baca dan kau amalkan isinya. Selamat meraih sumber energi Al Quran dan selamat menuju kemandirian ekonomi yang berkemajuan dan berakhlaq baik. Aamiin. Wallohu a’lam. (Drs. H. Jumarudin, MEK PWM DIY// WA: 085743141067)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment