Wednesday, January 21, 2015

MAMKMURKAN MASJID 2015

MAKMURKAN MASJID 2015 Panduan Memakmurkan Masjid Penyusun: Drs. Jumarodin 085-743-141-067 saya sejak kecil senang memakmurkan masjid di kampung sekarang saya senang melihat masjid yang makmur baik kegiatannya, administrasinya dan sarana prasarannya secara seimbang buku ini saya tulis semoga dapat menjadi panduan dalam mekamurkan masjid bagi setiap jamaah masjid QS At Taubah: 17-18: Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka. 18. Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. Dan Sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah (QS Al Jin: 18) QS Al Baqarah: 124. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji[87] Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku"[88]. Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim". QS Al Baqarah: 125. Dan (ingatlah), ketika kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim[89] tempat shalat. dan Telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud". [87] ujian terhadap nabi Ibrahim a.s. diantaranya: membangun Ka'bah, membersihkan ka'bah dari kemusyrikan, mengorbankan anaknya Ismail, menghadapi raja Namrudz dan lain-lain. [88] Allah Telah mengabulkan doa nabi Ibrahim a.s., Karena banyak di antara rasul-rasul itu adalah keturunan nabi Ibrahim a.s. [89] ialah tempat berdiri nabi Ibrahim a.s. diwaktu membuat Ka'bah. QS Al A’rof: 31. Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid[534], makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[535]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. [534] Maksudnya: tiap-tiap akan mengerjakan sembahyang atau thawaf keliling ka'bah atau ibadat-ibadat yang lain. [535] Maksudnya: janganlah melampaui batas yang dibutuhkan oleh tubuh dan jangan pula melampaui batas-batas makanan yang dihalalkan. QS Al Hajj: 25. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidilharam yang Telah kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih. Barangsiapa membangun masjid karena Allah swt (dalam mencari ridha Nya), niscaya kelak di surga Allah akan membangunkan bangunan yang serupa untuknya (HR Bukhori Muslim) Termasuk tanda tanda datangnya hari kiamat adalah manusia bermegah megahan dalam membangun masjid (HR Abu Dawud) A. Prinsip makmurkan masjid 1. Kalau kita ingin memakmurkan masjid, ikutilah prinsipnya seperti apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw, antara lain: kita harus beriman kepada Allah swt dan hari akhir; mendirikan shalat; menuai kan zakat; dan tidak takut kecuali hanya kepada Allah swt. 2. Rasulullah mendirikan masjid karena Allah swt, niatnya. Hal ini dilakukan agar jelas dalam memakmurkannya, yaitu hanya untuk mengesakan-Nya dengan berbagai macam kegiatan yang dilakukan di dalamnya 3. Prinsip kegiatannya adalah ikuti ajaran Allah swt dan Rasulullah. Artinya kita boleh kreatif dan adopsi budaya lokal selagi masih sesuai dengan ajaran syariat islam (Al Qur’an dan Al Hadis) 4. Dalam sejarah islam, masjid di Quba yang dibangun pertama kali oleh Rasulullah saw, didirikan secara berjama’ah dan dimakmurkan juga secara berjama’ah, tidak sendirian. 5. Rasul memakmurkan masjid tidak sendirian. Bagaimana mungkin bisa mempersaudarakan kaum muhajirin dan anshor kalau hanya sendirian. Kita umat Rasul memakmurkan masjid juga harus bersama; untuk kepentingan bersama seluruh umat islam, apapun faham fiqihnya. Karena sesama umat islam itu saling bersaudara walau beda fahamnya 6. Rasul memakmurkan masjid juga membawa misi untuk membuat perdamaian dengan masyarakat sekitar termasuk kaum Yahudi (non muslim). 7. Dengan kaum Yahudi, Rasul pernah membuat perjanjian, antara lain: (1)orang-orang Yahudi bisa hidup berdampingan dan hidup damai dengan orang-orang Islam. Keduanya bebas dalam memeluk dan menjalankan ajaran agamanya masing-masing; (2)Kaum muslimin dan Yahudi wajib tolong menolong untuk melawan siapa saja yang memerangi mereka. Rasulullah telah memberi contoh untuk hidup rukun damai dengan sesama walau kadang beda fahamnya 8. Rasul memakmurkan masjid dengan meletakkan dasar-dasar sistem budaya atau kebiasaan yang sesuai dengan prinsip islam. 9. Budaya adalah kebiasaan yang dianggap wajar. Tentu kebiasaan yang diajarkan Rasul adalah yang mencerminkan ajaran islam yang universal/ kaffah di berbagai bidang kehidupan baik di bidang politik, ekonomi, kesehatan maupun sosial. Budaya islam seharusnya lebih baik daripada budaya yang ada 10. Sistem budaya yang dibangun Nabi saat itu terus memancar dari pusat kegiatan masjid, sehingga semakin mengokohkan bentuk masyarakat Islam dari masa ke masa. 11. Jika fondasi dasar dalam memakmurkan masjid sudah ada dan jelas, langkah berikutnya adalah bagaimana mengoptimalkan fungsi bangunan masjid itu. 12. Jika kita perhatikan usaha Rasulullah dalam membina umatnya, maka masjid paling tidak prinsipnya berfungsi: (1) sebagai pusat ibadah; (2) sebagai pusat pembinaan umat dan pemersatu umat; dan (3) sebagai pusat pengembangan potensi umat dan melestarikan kebiasaan umat islam yang mengacu pada ajaran islam agar menjadi kebudayaan Islam 13. Akhirnya, mari bersama kita memakmurkan masjid dimana saja kita tinggal. Prinsipnya Rasulullah telah memberi contoh. Semoga tulisan ringkas berikut ini dapat memberi inspirasi/ semangat kita dalam memakmurkan masjid (dari sisi idarah; imarah; dan ri’ayah) lebih baik di waktu mendatang. Semoga kita makin paham bahwa memakmurkan masjid seperti juga dengan ibadah lainnya, yaitu hanya untuk mengesakan Allah swt dengan berbagai kegiatan yang ada, karenanya kita perlu sabar dan sungguh-sungguh menjalaninya B. Memakmurkan masjid di bidang Idarah (administrasi) 1. Mengadakan musyawarah jama’ah untuk memilih ketua ta’mir masjid periode tertentu 2. Merencanakan program kerja ta’mir dan dilaksanakan 3. Melengkapi pengurus ta’mir masjid dan difungsikan sesuai programnya 4. Mengelola administrasi keuangan masjid dan terpajang 5. Membuat daftar inventaris sarana masjid dan terpajang 6. Mengadakan jadwal waktu sholat dan terpajang 7. Membuat jadwal khotib, imam rowatib dan muazin yang tersusun baik dan terpajang. 8. Mengadakan alat transportasi dan komunikasi masjid (kalau belum, minimal dianggarkan dananya untuk kegiatan itu) 9. Mengadakan kantor ta’mir permanen dan difungsikan sebagai sekretariat 10. Mengadakan sarana administrasi sesuai dengan kebutuhan 11. Mengelola layanan data pengurus ta’mir masjid; da’i masjid; jamaah masjid (bapak bapak; ibu ibu; remaja; anak-anak) terkait data pribadinya; pekerjaannya; golongan darah nya; dan data lainnya 12. Mengelola layanan informasi masjid, seperti: pusat informasi jamaah, baik berupa papan informasi ta’mir maupun informasi lainnya yang sangat dibutuhkan jamaah, misalnya lowongan kerja, buletin jamaah, berita lelayu, kerja bakti, berita rapat, dan agenda kegiatan lainnya 13. Menetapkan tujuan (visi) didirikan masjid; target (misi) yang akan dicapai dengan kegiatan jamaah yang dikelola bersama di masjid C. Memakmurkan masjid di bidang imarah (kegiatan) 1. Mendirikan jama’ah shalat 5 waktu dan shalat jum’ah. 2. Mengelola Pendidikan Al-Qur’an untuk semua usia dan berjalan baik 3. Mengelola majlis ta’lim segala usia yang terorganisir dengan baik 4. Mengelola remaja masjid dengan kegiatan yang sesuai 5. Mengelola perpustakaan yang permanen. Ada bukunya memadai, pengurusnya; administrasinya; dan kegiatannya 6. Mengelola zakat yang terorganisir dengan data yang tertib. 7. Mengelola kegiatan sosial, seperti khitanan massal, praktek merawat jenazah, tempat aqad nikah, pembinaan keluarga sakinah, tempat acara warga jamaah sekitar, dll. 8. Mengelola UKM (Usaha Kesehatan Masjid) yang terorganisir dengan baik. 9. Mengelola kegiatan bimbingan umroh dan haji; PHBI; (Isro’ Mi’roj, Maulid, Ramadhan, Nuzul Qul’an, dan Idul Adha; Muharram); bazar; diklat imam khotib; pengajian kesehatan; dll 10. Mengelola koperasi yang terorganisir dengan baik dan memikirkan kebutuhan jamaah masjid, seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, ketrampilan, lapangan kerja; bimbingan belajar; kegiatan masyarakat, seni budaya; keamanan; dakwah ekonomi dan kesehatan jama’ah dengan memberi pinjaman modal usaha bergilir dan pembinaannya, jaringan bisnis jamaah antar masjid yang jujur, pusat informasi harga kebutuhan harian jamaah, BMT, pertokoan masjid, dll, sesuai keadaan masjidnya D. Memakmurkan masjid di bidang ri’ayah (san-pras) 1. Memastikan tanah yang digunakan untuk bangunan masjid sudah bersertifikat. 2. Mengusahakan bangunan masjid sudah memiliki IMB. 3. Mengusahakan masjid punya gambar arsitektur masjid yang telah disahkan oleh PU agar pembangunannya berkesinambungan dari waktu ke waktu 4. Memiliki taman masjid yang ASRI dan terpelihara 5. Menyediakan air bersih dan sanitasi yang memadai. 6. Mengelola kebersihan dan keindahan masjid dan berjalan 7. Mengusahakan ada petugas kebersihan dan keamanan masjid 8. Menyediakan tempat penitipan sepatu dan ada petugasnya. 9. Memiliki sound sistem yang baik dan terpelihara agar enak didengar saat digunakan 10. Mengelola ruangan masjid yang makin ramah, seperti: ada mihrob masjid dan kanan kirinya ada pintu keluar bagi imam yang batal; ruangan kegiatan yang diperlukan untuk kegiatan jamaah; kamar wudhu/ wc yang memadai; kantor sekretariat dan administrasi, ruangan untuk simpan proposal kegiatan, laporan kegiatan, dokumentasi kegiatan; dll 11. Meluruskan shof ke arah kliblat E. Bagaimana menjadi imam Masjid yang makmur memiliki syarat menjadi imam masjid yang jelas sehingga semua jama’ah bisa memahami 1. Sanggup menunaikan shalat 2. Mengetahui hukum shalat 3. Mempunyai ilmu yang luas 4. Tartil (fasih dan benar) 5. Adail; tidak fasiq; tidak maksiat 6. Lelaki; dan faham ilmu agama 7. Meringankan shalat (terutama ketika ada jamaah anak2 atau orang tua) 8. Meluruskan shaf dan rapatkan barisn 9. Menempatkan orang baligh dan berilmu dibelakangnya 10. Buat batas di depan imam/ sutrah jika tempat terbuka/ dilapangan 11. Berpaling ke sebelah kanan atau kearah makmun setelah shalat jama’ah selesai agar imam tahu kondisi jama’ah yang biasa aktif shalat berjama’ah 12. Gunakan pakaian yang sopan sesuai sunnah; bersih dan suci 13. Tidak buru2 isyaratkan iqomah (jika makmun belum siap) 14. Tahu hukum shalat berjamaah; kalau batal mundur F. Bagaimana menjadi makmum Masjid yang makmur memiliki syarat jadi makmum masjid yang jelas sehingga jama’ah makin siap, sadar dan pintar 1. Sanggup menunaikan shalat 2. Mengikuti komando imam shalat 3. Mengetahui gerak imam dan ikuti gerakan imam shalat 4. Posisi dibelakang imam (atau disampingnya agak mundur satu telapak kaki jika berdua). 5. Luruskan shaf, tempel kaki dan pundak sesuai keadaan 6. Berusaha mendapat shaf awal 7. Tidak dahului gerakan imam 8. Langsung ikuti imam jika menjadi makmum masbuq dengan takbiratul ihram dahulu 9. Ingatkan imam jika lupa bacaan/ gerakan dengan ucapan subhanallah bagi laki laki dan tepukan tangan bagi jama’ah wanita 10. Jika sudah iqomah tidak shalat sunnah sendiri 11. Tidak shalat sendiri di belakang shaf 12. Hindarkan diri dari gangguan selama shalat berjamaah 13. Siap ganti imam jika imam batal dan hindari faham selagi langit berwarna biru saya akan setia kepada imam walau batal serta tidak mau menggantinya G. Bagaimana menjadi da’i/ khotib Masjid yang makmur memiliki syarat menjadi da’i/ khotib yang jelas sehingga jama’ah bisa selalu siap jadi kader da’i 1. Sanggup menunaikan khotbah sekaligus menjadi imam shalat 2. Mengetahui aqidah yang lurus 3. Fasih membaca Al Qur’an 4. Luas wawasan ilmunya serta singkat khutbahnya dan panjang shalat jama’ahnya 5. Memiliki faham Islam rahmatan lil ‘alamin (sumbernya Al Qur’an dan Al Hadis) dan bijaksana dalam menjalankan proses dakwahnya H. Bagaimana menjadi mu’adzin Masjid yang makmur memiliki syarat menjadi mu’adzin yang jelas sehingga semua jama’ah bisa memahaminya 1. Sanggup menunaikan adzan 2. Baik suaranya dan bacaannya jelas 3. Laki-laki (jika jamaah perempuan semua cukup iqomah saja). Bahan bacaan 1. Badan Wakaf UII Jogjakarta, Manajemen Masjid, 1993 2. Badan Kesejahteraan Masjid DIY, Pola Pembinaan Kegiatan Kemasji- dan menuju Masjid Paripurna, 1995 3. Jumarodin, Drs dan Nurhidayat, Drs. M.Ag, Makalah Diklat Memakmurkan Masjid di lokasi kegiatan LPM UIN Sunan Kalijaga 4. Ta’mir Masjid Muthohirin Nitikan Yogyakarta, Pedoman Kegiatan Ta’mir Masjid Muthohirin, 2002 5. Dari berbagai sumber bacaan di perpustakaan pribadi penulis Sekilas Tentang PERWIRA PERWIRA (Pengajian Rutin Wirausaha) adalah sebuah perkumpulan untuk membangun semangat hidup sehat dan mandiri jama’ahnya. PERWIRA hadir diharapkan bisa menjadi sarana saling memotivasi menuju hidup sehat mandiri. Informasi kegiatan PERWIRA JOGJA; PERWIRA BANTUL; PERWIRA SLEMAN; PERWIRA WATES; PERWIRA WONOSARI ke: (0274) 7409515 atau 085743141067 Buku yang telah dan sedang proses diterbitkan: 1. Panduan memakmurkan masjid 2. Memahami buah iman dan taqwa 3. Shalat Khusyu 4. Mengoptimalkan potensi zakat 5. Panduan hidup sehat 6. Perhatikan makananmu 7. Panduan menjadi imam dan khotib 8. Menjadi lansia sehat 9. Mengatasi stroke dengan stroke (Seimbangkan gizi=Tekanan darah dikontrol =Rokok dan alkohol dihindari =Olah raga teratur dan terukur =Kurangi asin, lemak, dan kolesterol =Emosi dikendalikan)

No comments:

Post a Comment