Sunday, July 17, 2011

Hidupkan RAMADHAN

MARI HIDUPKAN BULAN RAMADHAN

Editor: Ust. Drs. Jumarudin
sumber: dari berbagai sumber artikel koleksi editor

Keutamaan Bulan Ramadhan
Setiap mukmin pasti mendambakan untuk mendapatkan bulan ramadhan setiap tahun. Betapa tidak! Karena didalamnya banyak mengandung berbagai keutamaannya dibandingkan dengan bulan lainnya.

Pertama: Ramadhan merupakan bulan penggemblengan menuju taqwa. Sedangkan ketaqwaan sendiri merupakan ukuran kemulyaan tidaknya manusia dihadapan Allah SWT. Allah berfirman yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqoroh:183). Sesungguhnya yang paling mulya diantara kamu disisi Allah adalah yang paling taqwa” (QS. Al-Hujurot:13)

Kedua: Bulan diturunkannya Al-Qur'an. Sedangkan Al-Qur'an sendiri merupakan pedoman dan petunjuk kehidupan manusia menuju kebahagiaan hidup di dunia sampai akherat. Allah berfirman yang artinya: Bulan ramadhan yang diturunkan didalamnya al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan serta memisahkan yang benar dari yang batil” (QS. Al-Baqoroh:185)

Ketiga: Bulan yang didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Itulah yang disebut lailatul qodar. Allah berfirman yang artinya: Lailatul qodar adalah lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al-Qodar:3)

Keempat: Bulan dihapuskannya dosa-dosa. Rosulullah Saw bersabda yang artinya: Sholat lima waktu, sholat Jum'at ke sholat Jum'at berikutnya, dan romadlon ke ramadhan selanjutnya itu menghapus dosa-dosa diantara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi, (HR. Muslim)

Kelima: Bulan dilipat gandakannya pahala. Rosulullah Saw bersabda dalam hadits qudsinya, bahwa Allah Swt berfirman yang artinya: Puasa untuk-Ku, dan Aku akan membalasnya, dan tiap kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat” (HR. Bukhori)

Keenam: Bulan dibukakannya pintu-pintu surga, ditutupnya pintu-pintu neraka, dan dibelenggunya setan-setan. Rosulullah Saw bersabda yang artinya: Apabila bulan Ramadhan tiba, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka serta dibelenggulah setan-setan. (HR. Bukhori dan Muslim)
Demikianlah beberapa keutamaan bulan ramadhan. Mari kita sambut dengan gembira dan persiapkan diri kita agar kita dapat melakukan amalan-amalan yang sebaik baiknya sesuai ajaran Allah dan rasulNya, baik sebelum, selama ramadhan maupun sesudahnya.

Kiat Hidupkan Bulan Ramadhan
Orang beriman berprinsip kehadiran bulan ramadhan tidak boleh berlalu tanpa amalan yang mengesankan selagi kita mampu dan tidak ada halangan syar’i. Amalan yang dicontohkan nabi untuk menghidupkan bulan ramadhan yang begitu istimewa, antara lain:

Pertama: Amalan puasa. Kerjakan puasa dengan penuh ikhlas semata-mata mencari ridlo Allah Swt sesuai dengan syarat dan rukunnya serta sempurnakanlah dengan amalan-amalan sunat yang mengiringinya. Rosulullah Saw bersabda yang artinya: Barangsiapa berpuasa ramadhan dengan iman dan mengharap pahala kepada Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lampau, (HR. Bukhori dan Muslim)

Kedua: Amalan sholat. Kerjakan sholat lima waktu. Syukur sholat fardlu itu kita kerjakan berjama'ah di Masjid/ Musholla tentu lebih utama. Hal ini disamping untuk menghidupkan masjid dan bulan romadlon, sholat berjamaah itu bernilai 27 derajat dibanding sholat sendirian. Rosulullah Saw bersabda yang artinya: Sholat berjamaah itu lebih utama daripada sholat sendirian dengan 27 derajat, (HR. Bukhori dan Muslim). Rosulullah Saw juga bersabda yang artinya: Janganlah kamu halangi wanita-wanita hamba Allah memasuki masjid-masjid Allah, akan tetapi hendaklah mereka keluar dalam keadaan tidak memakai harum-haruman, (HR.AbuDaud)

Ketiga: Amalan membaca Al Qur’an. Lakukan tadarus Al-Qur'an bersama, saling simak menyimak bacaannya, pahami maknanya, dialogkan isinya dan amalkan secara bertahap. Tadarrus dapat dilakukan di masjid/musholla maupun darling (tadarus keliling) dari rumah ke rumah jama'ah. Rosulullah Saw memperbanyak membaca Al-Qur'an di bulan Ramadhan dan Malaikat Jibril datang kepada beliau untuk membacakan Al-Qur'an. Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan yang artinya: dan Jibril setiap malam di bulan ramadhan datang menemui dan membacakan al-Qur'an pada beliau, (HR. Bukhori dan Muslim)

Keempat: Amalan sholat malam. Ramaikan dengan gerakan Qiyamul Lail (sholat taraweh dan witir) secara berjama'ah. Boleh dikerjakan dengan 11 rokaat, 23 rokaat, 39 rokaat, 47 rokaat ataupun lebih banyak lagi. Ibnu Taimiyah berkata yang artinya: Barangsiapa berpendapat bahwa qiyam ramadhan dibatasi dengan jumlah rokaat tertentu dari Nabi tidak boleh ditambah dan tidak boleh dikurangi, maka ia telah keliru, (Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, Jilid 2, 2006:78). Rosulullah Saw bersabda yang artinya: Barang siapa yang mengerjakan Qiyam ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosanya yang telah lampau, (HR. Bukhori dan Muslim)

Kelima: Amalan menuntut ilmu. Jadikan bulan ramadhan sebagai “syahrut tarbiyyah” (bulan pendidikan). Semarakkan majlis ta'lim, kajian intensif keislaman, pembelajaran membaca dan memahami al-Qur'an dan sebagainya, baik untuk anak-anak, remaja, pemuda, orang tua maupun umum. Waktunya dapat diselenggarakan saat menjelang berbuka bersama, seusai sholat fardlu, menjelang jama'ah taraweh, ataupun saat yang tepat lainnya berdasar musyawarah ta'mir dengan jamaah dan panitia. Pentingnya ilmu sebagai landasan amal telah diungkapkan oleh Imam Al-Ghozali (Futhiyah Hasan Sulaiman, 1964:15) yang artinya: Semua manusia celaka kecuali yang berilmu. Semua orang yang diberi ilmu celaka, kecuali yang beramal. Semua orang yang beramal celaka, kecuali yang ikhlas dalam beramal.

Keenam: Amalan infaq dan sadaqah. Perbanyaklah infak dan shodaqoh. Rosulullah saw, bersabda yang artinya: Sebaik-baik shodaqoh adalah shodaqoh di bulan ramadhan, (HR. At-Turmudzi). Sahabat Ibnu Abbas r.a meriwayatkan yang artinya: Rosulullah Saw adalah orang yang paling pemurah, lebih-lebih pada bulan ramadhan dimana beliau selalu ditemani Jibril, (HR. Bukhori dan Muslim)

Ketujuh: Amalan memberi makan minum saat berbuka atau bahkan saat saur di masjid/musholla. Atur sebaik-baiknya agar masing-masing anggota jama'ah berkesempatan menyajikan makan/minum itu tanpa memberatkan dan berlebih-lebihan. Rosulullah Saw bersabda yang artinya: Barangsiapa memberi makanan untuk berbuka puasa kepada orang yang berpuasa, ia berhak atas pahalanya tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa, (HR. Ahmad dan At-Turmudzi).

Kedelapan: Amalan i’tikaf. Perbanyaklah i'tikaf, yaitu menetap di masjid untuk ibadah mendekatkan diri kepada Allah. Lebih-lebih di 10 hari terakhir. Aisyah r.a meriwayatkan yang artinya: Adalah Rosulullah senantiasa beri'tikaf pada 10 hari terakhir dari bulan ramadhan sampai beliau wafat, kemudian sesudah itu para istri-istri beliaupun melakukan i'tikaf, (HR. Bukhori)

Kesembilan: Amalan umroh bagi yang punya kemampuan ke Baitullah. Rosulullah Saw bersabda yang artinya: Umroh di bulan ramadhan sama dengan haji bersamaku, (HR. ukhori dan Muslim)

Rasakan hikmah puasa dengan sebaik-baiknya. Karena bulan puasa itu hadiah terindah dari Allah swt dan bulan pembinaan akhlak serempak dan terbesar dariNya. Saat ibadah puasa seorang mukmin berlatih menghadapi berbagai tantangan. Puasa adalah jihad melawan hawa nafsu dan berbagai gangguan setan. Puasa merupakan alat untuk melatih sikap sabar terhadap hal-hal yang diharamkan dan sabar menghadapi berbagai kesulitan. Puasa sarana belajar disiplin dan menaati peraturan. Puasa juga akan menumbuhkan perasaan kasih sayang, persaudaraan, rasa solidaritas, dan tolong menolong yang mempererat sesama kaum muslimin. Semoga tulisan ini bermanfaat. Amin.
(18 Juli 2011) (Info lebih lanjut ke: (0274) 740 9515

No comments:

Post a Comment