Sunday, July 17, 2011

Wirausaha: Solusi atasi pengangguran

WIRAUSAHA: Solusi atasi Pengangguran
Editor: Ust. Drs. jumarudin
Sumber: dari berbagai kumpulan artikel koleksi editor

Salah satu cara atasi persoalan pengangguran adalah dengan wirausaha atau mentaati perintah bekerja. Ajaran islam yang bersumber pada Al Qur'an dan Al Hadis penuh dengan ajaran yang menyuruh umatnya bekerja demi kebaikannya di dunia dan akhiratnya, demikian QS At taubah: 105.

Seluruh jenis kerja atau amal akan dibalas oleh Allah swt. Jika pekerjaan atau amal itu baik akan dibalas baik dan sebaliknya. Karena itu, ajaran islam mengajarkan umatnya menjadi orang yang super sibuk. Sibuk untuk dunianya dan sibuk untuk akhiratnya. Karena kehidupan di akhirat ditentukan oleh kehidupan di dunia ini. Jadi tidak ada waktu santai bagi orang beriman tanpa diisi waktunya dengan kegiatan kerja atau amal manfaat buat diri dan orang lain. Nganggur berarti membuang buang waktu dan menyia nyiakan hidup. Coba perhatikan QS Al Insyirah: 7 yang artinya: Maka apabila kamu Telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Maksudnya: sebagian ahli tafsir menafsirkan apabila kamu (Muhammad) Telah selesai berdakwah, beribadatlah kpd Allah; apabila kamu Telah selesai mengerjakan urusan dunia, kerjakanlah urusan akhirat, dan ada lagi yang mengatakan: apabila Telah selesai mengerjakan shalat, berdoalah.

Fenomena Pengangguran-1
Kalau Anda sekarang menganggur atau belum dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain, tentu perasaan anda sedih, malu, kecewa, bukan? Keadaan nganggur memang membuat perasaan kita seperti gado gado. Bedanya kalau gado gado itu makanan enak bergizi, tapi kalau nganggur itu membuat perasaan bercampur aduk jadi satu dalam hati dan rasanya tidak enak
Anda dan kita semua tentu tidak ingin nganggur. Tapi kenyataannya diri kita, teman kita, keluarga kita, ada yang nganggur.

Fenomena nganggur memang sedang menjadi persoalan bangsa kita dan sedang dicari solusinya terus dari tahun ke tahun. Padahal Negara kita Indonesia telah merdeka dan segala sumber daya alam yang ada telah dikuasai oleh rakyat Indonesia kenapa pemerintah kita selama ini belum dapat sejahterakan rakyat nya?
Jika anda nganggur hari ini sebenarnya anda tidak sendirian. Tentu hal ini munculkan persoalan tersendiri bagi diri kita maupun orang lain. Dampak negative itu jika kita cermati ada yang sampai ganggu mental; kesehatan; ekonomi keluarga; tatanan social dan mencederai agamanya.

Islam sebagai agama yang syamil (aturannya cakup seluruh khdupan manusia) sudah pasti memiliki solusi terhadap masalah pengangguran yang sedang dihadapi umatnya. Tidak mungkin islam membiarkan fenomena negative ini terjadi di tengah masyarakat islam tanpa tuntunan dan bimbingan wahyu Illahi. Namun sayang masih banyak umat islam yang belum tahu bimbingan wahyu itu dalam mengatasi persoalannya. Hal ini antara lain disebabkan karena masih banyak umat islam yang hanya fokus baca Al Qur’an dan kurang pahami maknanya dan amalkan dalam kehidupan sehari hari. Hal ini berarti problemnya soal ketidaktahuan umat.

Sungguh ironi memang negeri Indonesia yang kita cintai ini sudah merdeka; tanahnya subur, kekayaan alamnya melimpah, masyarakatnya juga terpelajar, tapi kenapa rakyatnya masih banyak yang nganggur; belum kuat iman dan kesejahteraannya. Kita perlu perbaiki hal ini khususnya terkait dengan pola pikirnya dan pandangan hidupnya bahwa solusi atas persoalan pengangguran itu tidak turun dari pemerintah, tapi harus kita usahakan sendiri dan dicari solusinya sendiri secara mandiri dengan berwirausaha salah satunya.

Jika anda sedang menganggur saat ini, maka jangan terlalu berharap kepada pemerintah atau orang lain. Tapi anda sendiri harus bangkit mengentaskan diri anda sendiri dari persoalan yang sedang membelenggu anda sendiri. Karena anda sendiri yang bertanggung jawab atas nasib diri anda. Anda sendiri yang tahu akan kekuatan dan kelemahan diri anda. Anda sendiri yang paham peluang dan tantangan untuk diri anda sendiri.

Dampak Pengangguran-2
Tidak bekerja alias menganggur bagi orang yang punya tanggung jawab atau mampu kerja akan timbulkan dampak negative yang ada kaitannya dengan jiwa, raga, ekonomi, social, agama dan harga diri. Apapun dampak negative yang ditimbulkannya perlu diatasi. Karena islam tidak suka umatnya nganggur. Umat islam itu seharusnya super sibuk. Sibuk untuk urusan dunianya dan urusan akhiratnya. Umat islam tidak diajarkan hanya sibuk untuk urusan dunianya saja. Umat islam juga tidak boleh ibadah terus dan tinggalkan urusan dunia dan serahkannya kepada orang lain dengan dalih tawakal dan zuhud.

Karena tawakal itu berserah diri kepada Nya setelah berusaha. Sedangkan zuhud di dunia memiliki dunia tanpa tergoda olehnya. Umat islam harus berusaha untuk mendapatkan bahagia di dunia dan di akhiratnya. Kalau ada umat islam tidak mau bekerja di dunia dianggap cacat, tidak sempurna kehidupannya.
Selain agamanya cacat, nganggur juga akan membuat jiwa raga sakit. Orang nganggur akan lemah semangat, stress, dan pesimis hadapi masa depannya. Kalau periksa ke dokter biasanya tidak ditemukan gangguan jasmaninya. Orang nganggur obatnya adalah bekerja dan bergerak

Sebab Pengangguran-3
Nganggur sebabkan miskin. Orang kaya yang nganggur saja dapat jatuh miskin apalagi orang miskin nganggur. Miskin dan nganggur realitasnya ada hubungannya. Itulah lingkaran setan kehidupan yang perlu kita putus dengan jalani wirausaha.
Nganggur juga dapat timbulkan penyakit masyarakat. Kerawanan social muncul sebabnya orang banyak yang nganggur.

Negara yang memiliki jumlah pengangguran tinggi, cara atasinya adalah dengan bekali pendidikan dan ketrampilan pada rakyatnya. Rakyat yang trampil, dapat dipercaya dan dapat bekerja akan merubah keadaan bangsa itu secara mandiri. Adapun sebab kenapa pengangguran terjadi, hal ini mungkin karena factor penganggurnya sendiri atau mungkin factor luarnya. Misalnya, kurang ilmu pengatahuan dan ketrampilan; pilih pilih kerjaan, malas; cepat bosan dalam bekerja; tidak mau hijrah atau bertebaran di muka bumi yang luas ini. Contoh lain mungkin karena system pendidikan yang kurang mengenalkan dengan dunia kerja di luar sekolah, stabilitas politik, penegakan hukum dan dapat juga kebijakan pemerintah yang kurang tepat, yang kurang memihak pada rakyat; dan mungkin kedua factor itu ada pada diri penganggur itu sendiri.

Cara Islam Atasi Pengangguran-4
Nah, sekarang yang terakhir adalah bagaimana cara islam atasi pengangguran. Kalau islam itu ajarannya sempurna pasti memberi solusi dari segala persoalan manusia yang ada dengan sepenuh hati, pasti memberi manfaat dalam kehidupan, atasi pengangguran dan bahkan membuat orang makin sehat dari waktu ke waktu.

Sekarang tinggal bagaimana kita mau atau tidak mengamalkan ajaran islam yang sempurna? Yakin atau tidak dengan ajaran islam yang pasti benar? Kalau kita ngaku orang islam tentu ajaran yang dilakukan adalaj ajaran islam yang sumbernya pada Al Qur'an dan Al Hadis. Adapun cara islam atasi nganggur seperti yang didialogkan saat diklat wirausaha oleh PERWIRA JOGJA (Pesantren Wirausaha Jogja), yaitu antara lain: dengan bertaqwa, bertawakal, beristighfar kepada Allah; mentaati perintah bekerja dan larangan menganggur dari Nya; membekali diri dengan ketrampilan, pengetahuan dan teknologi; menjalin silaturahim; mentaati perintah bertebaran di muka bumi; minta tolong saudara atau kawan; berhutang atau mohon bagian zakat; dan mencoba berwirausaha.

Allah berfirman yang artinya: barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sungguh Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS Ath Thalaaq: 2-3).

Syaratnya mendapat jalan keluar (pertolongan) dari Allah adalah beriman dan bertaqwa. Orang beriman pasti yakin dengan janji Nya. Kalau kita ingin ditolong oleh Nya, kita harus bertaqwa kepadaNya. Tidak mungkin kita ditolong olehNya, kalau kita tidak mau bertaqwa. Seperti orang yang bekerja, pasti ia akan mendapat upah. Kalau kita tidak bekerja, pasti kita tidak akan mendapat upah. Kalau kita sudah bekerja dan kita tidak mendapat gaji, maka kita dapat menuntut hak kita. Alhamdulillah.(Nah, anda mau kerja? Usaha? Cari pendamping usaha? Ikuti diklat wirausaha? Datang aja ke perwira jogja segera!!! Mau?

No comments:

Post a Comment